Kamis, 17 September 2015

DYNAMIT RASA




“Bagai merindu rembulan di tengah siang” lirik nasyid itulah yang kira-kira menggambarkan isi hatiku. Seorang gadis remaja yang mulai mengenal cinta. Hmmm.. aku Asma, nama panjangnya ya Asma....... hehe...
REMAJA satu situasi yang sulit dipisahkan dengan yang namanya Cinta, betul gak friends? Panteslah kalo Maia Estiantie bilang “aku mau makan ku ingat kamu, aku mau tidur juga ingat kamu... cinta,, oh inikah yang namanya Cinta?” ohokohok... suaru langsung serak nyanyi gitu juga, emm ini berkat suaraku yang teramat merdu laksana petir yang menggelegar.
Asma Fatimah adalah sebuah nama yang ayah berikan untukku. Aku terlahir dari orang kaya dulunya. Aku anak semata wayang, hidupku hanya berdua bersama ayah. Ibu sudah lama meninggalkan aku dan ayah. Masih ku rekam dengan jelas, saat kepergian ibu. Waktu itu aku duduk di kelas ix, tepat pada tanggal 20 juni 2009 aku melaksanakan Ujian Nasional hari ketiga. Perasaanku entah kenapa menjadi tak menentu. Bel sekolah berbunyi menandakan kertas ujianku harus segera di kumpulkan. Entahlah , tak terlalu aku memikirkan benar salahnya jawaban. Yang ku inginkan hanya pulang dan pulang.
Tampak dari kejauhan, rumahku dikerumuni  banyak orang. Ada apa ini, aku terus bertanya dalam hati. Namun, seiring langkahku yang semakin dekat menuju rumah, ada bendera kuning yang di pasang. Siapakah yang meninggal? Jantungku berdetak kian cepat, langkahku semakin cepat. Dan tiba-tiba ku temui seseorang yang terbujur kaku, bekain putih dan banyak orang yang membaca kalam Illahi. Siapa dia? Sepintas ku lihat orang-orang menatapku dengan nada iba. “kamu yang sabar yah, Asama. Do’akan saja ibumu” kata orang yeng bertakziah. Apa ,,, ibuku???? Tak mungkin Ya ALLOH... Ku dekati jenazah itu, dan ayah tiba-tiba membenarkan apa yang dikata orang tadi. Sontak aku tak percaya , aku menangis sejadi-jadinya. Dan duniapun terasa begitu gelap.
Hari silih berganti, minggupun saling menunggu, namun aku tak pernah percaya bahwa ibuku kini telah tiada. Aku masih meratapi kepergiannya. Tak ada makanan yang masuk pada rongga mulutku, begitu juga cairan bening yang menyejukan. Aku benar-benar merasa kesepian. Kini tak ada lagi tangan halus yang membelai rambutku , tak ada pula suara lembut yang kudengar setiap harinya. Tak sadar tubuhku kian hari kurus kering keronta.
“Ayah tahu ini berat untukmu, Ma. Tapi ini adalah takdir yang Alloh berikan kepada kita. Ini ujian, dan kita harus sabar menerimanya” suara ayah membuyarkan lamunanku. Tak pernah ku dengar ayah berkata selembut itu padaku. Selama ini ayah srlalu tegas padaku. Itu karena aku yang sulit diatur dan jarang turut pada perintah Ayah. Perlahan namun pasti air mataku mengalir semakin deras.
“kamu ingat tidak, Ma? Saat Baginda Rosul wafat, semua ummatnya bersedih tak percaya , ditinggal Manusia luar biasa. Pemisah antara haq dengan yang bathil? Meski tak banyak orang yang mengikhlaskan, namun lihatlah Sayyidatina Fatimah. Beliau merasa terpukul ditinggal ayah yang amat dicintainya. Berhari-hari beliau menangis namun beliau juga bangkit kembali berkat dorongan dari suaminya. Tidakkah ingin Asma seperti beliau?” sambung ayahku.                                               Ayah  mendekat lalu mengusap kepalaku, tanda kasih sayang yang tak pernah kurasakan selama ini. Aku  menangis di pangkuan Ayah. Sungguh ini kali pertama dan kini aku sadar  aku tak sendiri , aku bersama ayah. Aku harus tetap menjalani hidupku. Ayah benar, meski aku tak akan pernah setegar Sayyidatina Fatimah,tapi aku “ASMA FATIMAH” akan berusaha meneladani akhlaq-Nya.
                                                                        ***********

Kring kring…. Bunyi alarm menunjukan pukul 05.00 “ahh.. di luar masih gelap,mending  tidur lagi aja”. Mataku kembali terpejam.
“Ma,,, Asma,,, bangunlah nak,,, shubuh” Ayah  memanggilku berulang,namun sedikitpun tak ku hiraukan.
(aku takut, tolong… tolong…raksasa hitam itu mengejarku dan membawa pisau.       Itu berarti dia akan memakanku. Ah tidak,,, aku berlari namun tak kutemui  jalan yang pasti, semuanya terasa buntu, dan raksasa iu semakin mendekat dan….)
“Tolong… tolong… jangan bunuh Asma,  Asma masih mau makan tempe masakan Ayah”
“Isighfar Asma,bangunlah nak”.
Alhamdulillah ,,, itu hanya mimpi bagiku, tak mungkin jadi nyata.
“Asma mimpi di kejar raksasa, yah!Asma takut, Asma mau di bunuh”
“hmmm… Asma, Asma, salah kamu juga sih… ba’da shubuh kok tidur? Mimpinya juga mimpi syetan . Selain itu juga bisa mewarisi kefakiran, baik fakir ilmu ataupun fakir harta.” Jelas ayah.
“oh begitu ya, Yah. Ah Asma mau berubah Yah, mau do’ain ibu. Tapi kok susahnya minta ampun yah???”
“susah apa susah? Apa kamu udah nyoba, hayo?”
“hehe,, belum sih Yah… tapi nanti ayah bantu ya?”
“siippp..”
Aku semakin dekat dengan ayah. semenjak kepergian ibu,  Ayah berubah drastis. Dan kini, hanya Ayahlah yang aku punya.
**************

Oh iya kawan…hari ini adalah pelepasan siswa  IX SMPN 1 Palembang. Hmmm terasa begitu khidmat apalagi saat sesi sungkeman. Kebetulan aku  perwakilan dari kelasku, lalu ku lihat sosok lelaki tampan bernama Shidiq, seorang ketua OSIS yang juga sebagai mempelai pria. Sebenarnya dalam hati aku berontak, aku tidak suka melihat Shidiq bersama mempelai wanitanya. Tapi apa daya? Otakku tak cukup pintar mengalahkan kecerdasannya. Kalian tahu? Tapi ini rahasia loh, sebenarnya aku yang  memaksa Feby teman dekatku, agar aku yang menjadi perwakilan dari kelas kita.
Haha,, aku ingat sekali saat aku memaksa Feby. Aku pura-pura sakit dan gak mau makan,  sampai gak mau ngapa-ngapain lah. Dan begitu mudahnya juga sahabatku itu percaya.
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Hmm,, berarti hari ini adalah hari terakhirku untuk bertatap muka dengan teman seperjuangan ku.                                                                                                                      Acara akan segera berakhir, kamipun  bersalaman satu dengan yang lainnya. Ketika itu juga, air mata kami menetes.  Namun tak lama kemudian, serasa ada suara yang memanggilku. Akupun menoleh kebelakang, ternyata…
“Asma, Asma tunggu!”
“Oh…iya ada apa, Dik?”
Ya Rabb..Maha Suci Engkau. Yang memanggilku adalah dia, lelaki yang kudambakan yaitu Shidiq.
“Boleh kita bicara?”ucap Shidiq.
“Tentu,”(jantungku berdetak semakin cepat, teman).
“Mm..perempuan yang baik, untuk lelaki yang baik. Dan perempuan buruk untuk lelaki yang buruk”.
“Lalu?”(aku heran, mengapa Shidiq berkata seperti  itu).
“Kamu perempuan baik , Asma. Dan kamu layak mendapatkan lelaki yang baik juga. Karna itu aku ingin menjadi leleki baik itu, Ma.”
“Maksud kamu apa Shidiq?”aku kebingungan.
“Aku melihat, langkah kaki dan ucapanmu  berbeda dengan kebanyakan wanita. Tapi aku tak berani untuk mengungkapkannya. Aku menyimpan perasaan ini sejak lama, dan mungkin kamu tidak menyadarinya. Ketahuilah, Ma. Tak ada istilah pacaran untuk mereka yang taat pada Kholiqnya. Jika Allah telah mentakdirkan engkau untuk hidup bersama ku, yakinlah bahwa Allah akan mempertemukan kita kembali.”Shidiq menghela nafas.
“Tapi kenapa engkau baru mengatakannya, Shidiq?”
“Karena aku takut, aku tak mampu menahan nafsuku. Dan aku tak ingin nafsu menodai perasaan suci ini”.
“Aku mengerti Shidiq…”
“Baiklah Ma, ini..(sambil memberikan bingkisan kado berwarna merah jambu padaku)semoga bermanfaat.  Aku ingin kau menjaga dan mengamalkannya”.
“Hmm..jazaakallahu khoiron..”
“Afwan Asma, assalaamu’alaikum..”.
“Wa’alaikum salaam warahmatullah..”
Ini adalah pertemuan terakhirku dengan Shidiq, akupun pulang. Setelah sampai di rumah aku penasaran dengan isi bingkisan itu, lalu aku bergegas untuk membuka nya. Dan ternyata bingkisan itu berisi buku tentang “Ketegaran Siti Fatimah”.
***#Bersumbang,,,eh bersambung,,,!!!#***
Nah itulah ceritaku sahabat, nanati dilanjut yah insyaalloh. jangan lupa komentarnya. salam ukhuwah.

40 komentar:

  1. Bagus ceritanya mengajarkan kita untuk lebih sadar akan arti sebuah kehidupan. Bahasanya juga komunikatif. Baguss tingkatkann ...

    BalasHapus
  2. udah kerenlah gaya bahasanya .... komunikatif sekali, tapi sayng bersambung.

    BalasHapus
  3. Bagus sel postingannya. Di tunggu yaa yang selanjutnya biar bermanfaat

    BalasHapus
  4. itu mah kayanya cerita pribadi.. uup. hehe
    tapi menarik kok. cuma alurnya gak beraturan.

    BalasHapus
  5. harusnya kamu beri dulu awalan buat pembaca supaya pembaca gk kaget dngn cerita kmu.

    BalasHapus
  6. Postingan yang bagus dan menarik, teruslah berkarya sahabat, di tunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus
  7. ceritanya menarik, postingan nya bagus ,, nice sesel ,, dibtunggu postingan selanjutnya.

    BalasHapus
  8. Bagus ceritanya sell .. Ditunggu post selanjutnya .. Komen balik yah

    BalasHapus
  9. Acungi 2 jempol buat sela.. informasi yang sudah di poss insyaalloh bisa di amalkan ya..
    Dan tingkat kan kualitas ceritanya..

    BalasHapus
  10. Keren sela, penyampaiannya tak berbelit belit.
    Ditunggu season 2 nya hehe

    BalasHapus
  11. keren sela. ceritanya inspiratif bgt buat para reader. ngasih pesan yang mendalam. typonya sedikit tapi untu penulisan dirapihin ya. ditunggu selanjutnya

    BalasHapus
  12. keren sahabat ceritanya :)
    ga bosen2 di bacanya juga tapi sayangnya bersambung di tunggu kelanjutan ceritanya ya

    BalasHapus
  13. bagus sekali ceritanya sel, bahasanya juga komunikatif sel,mudah di pahami, banyak pelajaran nya lagi untuk kita para remaja.. di tunggu ya postingan selanjutnya

    BalasHapus
  14. bagus sel, tapi suka baper kalo baca cerita roman hhe
    salam ukhwah

    BalasHapus
  15. bagus sela, gambar pertamanya, subhanalloh banget

    BalasHapus
  16. baguss,, cukup memotivasi.
    tingkatkan lagii. di tunggu postingan selanjutnya..

    BalasHapus
  17. cerita yang menarik sella :) cerita yang meotivasi :) tulisannya juga mudah di pahai :) di tunggu post selanjutnya

    BalasHapus
  18. Sangat bagus dan mudah di pahami dapat dijadikan motivasi , ditunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus
  19. sangat menarik dan mudah untuk dipahami ceritanya...good

    BalasHapus
  20. gambarnya menarik membuat suasana hati si pembaca jadi senang isinya juga lengkap.

    BalasHapus
  21. cerita yang menarik, isinya menceritakan pribadi sesel .. ditunggu cerita selanjutnya :)

    BalasHapus
  22. wah sedih ikh ceritanya tapi sel ada yang bikin ketawa juga apa lagi pas "Asma masih mau makan tempe masakan Ayah" haha duh lagi mimpi di kejar kejar masih aja inget makan sella sella ha,,,

    BalasHapus
  23. Mantaff, ceritanya bikin tersentuh

    BalasHapus
  24. bagus ceritanya...alurnya menarik ... ditungu postingannya lagi....

    BalasHapus
  25. sama kaya yg saya rasakan saat pertama d tinggal ibu . Menyentuh ceritanya sel ,lanjutkan untuk karya yg lain .

    BalasHapus
  26. Cerita yang menarik
    Di tunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus
  27. Postingan yg bagus sel, bermanfaat. Pemilihan katanyapun bagus. dItunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus
  28. postinggannya sangat membanggun motivasi bagi para pembaca .
    sangat bermanfaaat juga , ditunggu postinggan berikutnya oke !!!

    BalasHapus
  29. sahaba.... ceritanya bagus.. goodlah tingkatkan...

    BalasHapus
  30. Postingan yang menarik
    Sungguh menginspirasi
    Kereeenn
    Di tunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus
  31. putis banget sahabat nih pas bagian inih
    “Bagai merindu rembulan di tengah siang”lirik nasyid itulah yang kira-kira menggambarkan isi hatiku. Seorang gadisremaja yang mulai mengenal cinta. Hmmm.. aku Asma, nama panjangnya ya Asma....... hehe...REMAJA satu situasi yang sulit dipisahkan dengan yang namanya Cinta, betul gak friends? Panteslah kalo Maia Estiantie bilang “aku mau makan ku ingat kamu, aku mau tidur juga ingat kamu... cinta,, oh inikah yang namanya Cinta?” ohokohok... suaru langsung serak nyanyi gitu juga, emm ini berkat suaraku yang teramat merdu laksana petir yang menggelegar.

    BalasHapus
  32. gilaaa nih bahasanya puitis banget, menyisit hati dan kalbu hahahaha, tapi ceritanya bagus ko selll, teruskan yaaa

    BalasHapus
  33. Wuih postingan nya menarik membuat pembaca penasaran dan pemilihan bahasanya luarbiasa...

    BalasHapus
  34. bagus sekli ceritanya membuat para pembaca ikut laut dalam alur cerita ,,tapi sayang awal nya langsun langsung brek ajah gak ada pendekatan ke arah yang seduh nya,,good yahh

    BalasHapus
  35. postinggannya sangat membanggun motivasi bagi para pembaca .
    sangat bermanfaaat juga , ditunggu postinggan berikutnya ya sell..

    BalasHapus
  36. Subhanallah postingan ini membuat saya lapar

    BalasHapus
  37. Subhanallah postingan ini membuat saya lapar

    BalasHapus
  38. bagus lah menarik untuk di baca

    BalasHapus
  39. Bujukan seorang ayah yang luar biasa untuk membuat anak nya kembali ceria.. mantap di tunggu postingan selanjutnya :)

    BalasHapus
  40. Sangat bagus postingannya, isi ceritanya juga menarik, membuat nyaman para pembacanya. di tunggu postingan selanjutnya

    BalasHapus