“Bagai merindu
rembulan di tengah siang” lirik nasyid itulah yang kira-kira menggambarkan isi
hatiku. Seorang gadis remaja yang mulai mengenal cinta. Hmmm.. aku Asma, nama
panjangnya ya Asma....... hehe...
REMAJA satu
situasi yang sulit dipisahkan dengan yang namanya Cinta, betul gak friends?
Panteslah kalo Maia Estiantie bilang “aku mau makan ku ingat kamu, aku mau
tidur juga ingat kamu... cinta,, oh inikah yang namanya Cinta?” ohokohok...
suaru langsung serak nyanyi gitu juga, emm ini berkat suaraku yang teramat
merdu laksana petir yang menggelegar.
Asma Fatimah
adalah sebuah nama yang ayah berikan untukku. Aku terlahir dari orang kaya
dulunya. Aku anak semata wayang, hidupku hanya berdua bersama ayah. Ibu sudah
lama meninggalkan aku dan ayah. Masih ku rekam dengan jelas, saat kepergian
ibu. Waktu itu aku duduk di kelas ix, tepat pada tanggal 20 juni 2009 aku
melaksanakan Ujian Nasional hari ketiga. Perasaanku entah kenapa menjadi tak
menentu. Bel sekolah berbunyi menandakan kertas ujianku harus segera di
kumpulkan. Entahlah , tak terlalu aku memikirkan benar salahnya jawaban. Yang
ku inginkan hanya pulang dan pulang.
Tampak dari
kejauhan, rumahku dikerumuni banyak
orang. Ada apa ini, aku terus bertanya dalam hati. Namun, seiring langkahku
yang semakin dekat menuju rumah, ada bendera kuning yang di pasang. Siapakah
yang meninggal? Jantungku berdetak kian cepat, langkahku semakin cepat. Dan
tiba-tiba ku temui seseorang yang terbujur kaku, bekain putih dan banyak orang
yang membaca kalam Illahi. Siapa dia? Sepintas ku lihat orang-orang menatapku
dengan nada iba. “kamu yang sabar yah, Asama. Do’akan saja ibumu” kata orang
yeng bertakziah. Apa ,,, ibuku???? Tak mungkin Ya ALLOH... Ku dekati jenazah
itu, dan ayah tiba-tiba membenarkan apa yang dikata orang tadi. Sontak aku tak
percaya , aku menangis sejadi-jadinya. Dan duniapun terasa begitu gelap.
Hari silih
berganti, minggupun saling menunggu, namun aku tak pernah percaya bahwa ibuku
kini telah tiada. Aku masih meratapi kepergiannya. Tak ada makanan yang masuk
pada rongga mulutku, begitu juga cairan bening yang menyejukan. Aku benar-benar
merasa kesepian. Kini tak ada lagi tangan halus yang membelai rambutku , tak
ada pula suara lembut yang kudengar setiap harinya. Tak sadar tubuhku kian hari
kurus kering keronta.
“Ayah tahu ini
berat untukmu, Ma. Tapi ini adalah takdir yang Alloh berikan kepada kita. Ini
ujian, dan kita harus sabar menerimanya” suara ayah membuyarkan lamunanku. Tak
pernah ku dengar ayah berkata selembut itu padaku. Selama ini ayah srlalu tegas
padaku. Itu karena aku yang sulit diatur dan jarang turut pada perintah Ayah.
Perlahan namun pasti air mataku mengalir semakin deras.
“kamu ingat
tidak, Ma? Saat Baginda Rosul wafat, semua ummatnya bersedih tak percaya ,
ditinggal Manusia luar biasa. Pemisah antara haq dengan yang bathil? Meski tak
banyak orang yang mengikhlaskan, namun lihatlah Sayyidatina Fatimah. Beliau
merasa terpukul ditinggal ayah yang amat dicintainya. Berhari-hari beliau
menangis namun beliau juga bangkit kembali berkat dorongan dari suaminya.
Tidakkah ingin Asma seperti beliau?” sambung ayahku. Ayah mendekat lalu mengusap kepalaku, tanda kasih
sayang yang tak pernah kurasakan selama ini. Aku menangis di pangkuan Ayah. Sungguh ini kali
pertama dan kini aku sadar aku tak
sendiri , aku bersama ayah. Aku harus tetap menjalani hidupku. Ayah benar,
meski aku tak akan pernah setegar Sayyidatina Fatimah,tapi aku “ASMA FATIMAH” akan
berusaha meneladani akhlaq-Nya.
***********
Kring kring….
Bunyi alarm menunjukan pukul 05.00 “ahh.. di luar masih gelap,mending tidur lagi aja”. Mataku kembali terpejam.
“Ma,,, Asma,,,
bangunlah nak,,, shubuh” Ayah
memanggilku berulang,namun sedikitpun tak ku hiraukan.
(aku takut, tolong…
tolong…raksasa hitam itu mengejarku dan membawa pisau. Itu berarti dia akan memakanku. Ah tidak,,, aku berlari namun
tak kutemui jalan yang pasti, semuanya
terasa buntu, dan raksasa iu semakin mendekat dan….)
“Tolong…
tolong… jangan bunuh Asma, Asma masih
mau makan tempe masakan Ayah”
“Isighfar Asma,bangunlah
nak”.
Alhamdulillah
,,, itu hanya mimpi bagiku, tak mungkin jadi nyata.
“Asma mimpi di
kejar raksasa, yah!Asma takut, Asma mau di bunuh”
“hmmm… Asma,
Asma, salah kamu juga sih… ba’da shubuh kok tidur? Mimpinya juga mimpi syetan .
Selain itu juga bisa mewarisi kefakiran, baik fakir ilmu ataupun fakir harta.”
Jelas ayah.
“oh begitu ya,
Yah. Ah Asma mau berubah Yah, mau do’ain ibu. Tapi kok susahnya minta ampun yah???”
“susah apa
susah? Apa kamu udah nyoba, hayo?”
“hehe,, belum
sih Yah… tapi nanti ayah bantu ya?”
“siippp..”
Aku semakin
dekat dengan ayah. semenjak kepergian ibu,
Ayah berubah drastis. Dan kini, hanya Ayahlah yang aku punya.
**************
Oh iya
kawan…hari ini adalah pelepasan siswa IX
SMPN 1 Palembang. Hmmm terasa begitu khidmat apalagi saat sesi sungkeman.
Kebetulan aku perwakilan dari kelasku,
lalu ku lihat sosok lelaki tampan bernama Shidiq, seorang ketua OSIS yang juga
sebagai mempelai pria. Sebenarnya dalam hati aku berontak, aku tidak suka
melihat Shidiq bersama mempelai wanitanya. Tapi apa daya? Otakku tak cukup
pintar mengalahkan kecerdasannya. Kalian tahu? Tapi ini rahasia loh, sebenarnya
aku yang memaksa Feby teman dekatku,
agar aku yang menjadi perwakilan dari kelas kita.
Haha,, aku
ingat sekali saat aku memaksa Feby. Aku pura-pura sakit dan gak mau makan, sampai gak mau ngapa-ngapain lah. Dan begitu
mudahnya juga sahabatku itu percaya.
Setiap
pertemuan pasti ada perpisahan. Hmm,, berarti hari ini adalah hari terakhirku
untuk bertatap muka dengan teman seperjuangan ku.
Acara akan segera berakhir, kamipun
bersalaman satu dengan yang lainnya. Ketika itu juga, air mata kami
menetes. Namun tak lama kemudian, serasa
ada suara yang memanggilku. Akupun menoleh kebelakang, ternyata…
“Asma, Asma
tunggu!”
“Oh…iya ada
apa, Dik?”
Ya Rabb..Maha
Suci Engkau. Yang memanggilku adalah dia, lelaki yang kudambakan yaitu Shidiq.
“Boleh kita
bicara?”ucap Shidiq.
“Tentu,”(jantungku
berdetak semakin cepat, teman).
“Mm..perempuan
yang baik, untuk lelaki yang baik. Dan perempuan buruk untuk lelaki yang
buruk”.
“Lalu?”(aku
heran, mengapa Shidiq berkata seperti
itu).
“Kamu perempuan
baik , Asma. Dan kamu layak mendapatkan lelaki yang baik juga. Karna itu aku
ingin menjadi leleki baik itu, Ma.”
“Maksud kamu
apa Shidiq?”aku kebingungan.
“Aku melihat,
langkah kaki dan ucapanmu berbeda dengan
kebanyakan wanita. Tapi aku tak berani untuk mengungkapkannya. Aku menyimpan
perasaan ini sejak lama, dan mungkin kamu tidak menyadarinya. Ketahuilah, Ma.
Tak ada istilah pacaran untuk mereka yang taat pada Kholiqnya. Jika Allah telah
mentakdirkan engkau untuk hidup bersama ku, yakinlah bahwa Allah akan
mempertemukan kita kembali.”Shidiq menghela nafas.
“Tapi kenapa
engkau baru mengatakannya, Shidiq?”
“Karena aku
takut, aku tak mampu menahan nafsuku. Dan aku tak ingin nafsu menodai perasaan
suci ini”.
“Aku mengerti
Shidiq…”
“Baiklah Ma, ini..(sambil
memberikan bingkisan kado berwarna merah jambu padaku)semoga bermanfaat. Aku ingin kau menjaga dan mengamalkannya”.
“Hmm..jazaakallahu
khoiron..”
“Afwan Asma,
assalaamu’alaikum..”.
“Wa’alaikum
salaam warahmatullah..”
Ini adalah
pertemuan terakhirku dengan Shidiq, akupun pulang. Setelah sampai di rumah aku
penasaran dengan isi bingkisan itu, lalu aku bergegas untuk membuka nya. Dan
ternyata bingkisan itu berisi buku tentang “Ketegaran Siti Fatimah”.
***#Bersumbang,,,eh bersambung,,,!!!#***
Nah itulah ceritaku sahabat, nanati dilanjut yah insyaalloh. jangan lupa komentarnya. salam ukhuwah.



Bagus ceritanya mengajarkan kita untuk lebih sadar akan arti sebuah kehidupan. Bahasanya juga komunikatif. Baguss tingkatkann ...
BalasHapusudah kerenlah gaya bahasanya .... komunikatif sekali, tapi sayng bersambung.
BalasHapusBagus sel postingannya. Di tunggu yaa yang selanjutnya biar bermanfaat
BalasHapusitu mah kayanya cerita pribadi.. uup. hehe
BalasHapustapi menarik kok. cuma alurnya gak beraturan.
harusnya kamu beri dulu awalan buat pembaca supaya pembaca gk kaget dngn cerita kmu.
BalasHapusPostingan yang bagus dan menarik, teruslah berkarya sahabat, di tunggu postingan selanjutnya
BalasHapusceritanya menarik, postingan nya bagus ,, nice sesel ,, dibtunggu postingan selanjutnya.
BalasHapusBagus ceritanya sell .. Ditunggu post selanjutnya .. Komen balik yah
BalasHapusAcungi 2 jempol buat sela.. informasi yang sudah di poss insyaalloh bisa di amalkan ya..
BalasHapusDan tingkat kan kualitas ceritanya..
Keren sela, penyampaiannya tak berbelit belit.
BalasHapusDitunggu season 2 nya hehe
keren sela. ceritanya inspiratif bgt buat para reader. ngasih pesan yang mendalam. typonya sedikit tapi untu penulisan dirapihin ya. ditunggu selanjutnya
BalasHapuskeren sahabat ceritanya :)
BalasHapusga bosen2 di bacanya juga tapi sayangnya bersambung di tunggu kelanjutan ceritanya ya
bagus sekali ceritanya sel, bahasanya juga komunikatif sel,mudah di pahami, banyak pelajaran nya lagi untuk kita para remaja.. di tunggu ya postingan selanjutnya
BalasHapusbagus sel, tapi suka baper kalo baca cerita roman hhe
BalasHapussalam ukhwah
bagus sela, gambar pertamanya, subhanalloh banget
BalasHapusbaguss,, cukup memotivasi.
BalasHapustingkatkan lagii. di tunggu postingan selanjutnya..
cerita yang menarik sella :) cerita yang meotivasi :) tulisannya juga mudah di pahai :) di tunggu post selanjutnya
BalasHapusSangat bagus dan mudah di pahami dapat dijadikan motivasi , ditunggu postingan selanjutnya
BalasHapussangat menarik dan mudah untuk dipahami ceritanya...good
BalasHapusgambarnya menarik membuat suasana hati si pembaca jadi senang isinya juga lengkap.
BalasHapuscerita yang menarik, isinya menceritakan pribadi sesel .. ditunggu cerita selanjutnya :)
BalasHapuswah sedih ikh ceritanya tapi sel ada yang bikin ketawa juga apa lagi pas "Asma masih mau makan tempe masakan Ayah" haha duh lagi mimpi di kejar kejar masih aja inget makan sella sella ha,,,
BalasHapusMantaff, ceritanya bikin tersentuh
BalasHapusbagus ceritanya...alurnya menarik ... ditungu postingannya lagi....
BalasHapussama kaya yg saya rasakan saat pertama d tinggal ibu . Menyentuh ceritanya sel ,lanjutkan untuk karya yg lain .
BalasHapusCerita yang menarik
BalasHapusDi tunggu postingan selanjutnya
Postingan yg bagus sel, bermanfaat. Pemilihan katanyapun bagus. dItunggu postingan selanjutnya
BalasHapuspostinggannya sangat membanggun motivasi bagi para pembaca .
BalasHapussangat bermanfaaat juga , ditunggu postinggan berikutnya oke !!!
sahaba.... ceritanya bagus.. goodlah tingkatkan...
BalasHapusPostingan yang menarik
BalasHapusSungguh menginspirasi
Kereeenn
Di tunggu postingan selanjutnya
putis banget sahabat nih pas bagian inih
BalasHapus“Bagai merindu rembulan di tengah siang”lirik nasyid itulah yang kira-kira menggambarkan isi hatiku. Seorang gadisremaja yang mulai mengenal cinta. Hmmm.. aku Asma, nama panjangnya ya Asma....... hehe...REMAJA satu situasi yang sulit dipisahkan dengan yang namanya Cinta, betul gak friends? Panteslah kalo Maia Estiantie bilang “aku mau makan ku ingat kamu, aku mau tidur juga ingat kamu... cinta,, oh inikah yang namanya Cinta?” ohokohok... suaru langsung serak nyanyi gitu juga, emm ini berkat suaraku yang teramat merdu laksana petir yang menggelegar.
gilaaa nih bahasanya puitis banget, menyisit hati dan kalbu hahahaha, tapi ceritanya bagus ko selll, teruskan yaaa
BalasHapusWuih postingan nya menarik membuat pembaca penasaran dan pemilihan bahasanya luarbiasa...
BalasHapusbagus sekli ceritanya membuat para pembaca ikut laut dalam alur cerita ,,tapi sayang awal nya langsun langsung brek ajah gak ada pendekatan ke arah yang seduh nya,,good yahh
BalasHapuspostinggannya sangat membanggun motivasi bagi para pembaca .
BalasHapussangat bermanfaaat juga , ditunggu postinggan berikutnya ya sell..
Subhanallah postingan ini membuat saya lapar
BalasHapusSubhanallah postingan ini membuat saya lapar
BalasHapusbagus lah menarik untuk di baca
BalasHapusBujukan seorang ayah yang luar biasa untuk membuat anak nya kembali ceria.. mantap di tunggu postingan selanjutnya :)
BalasHapusSangat bagus postingannya, isi ceritanya juga menarik, membuat nyaman para pembacanya. di tunggu postingan selanjutnya
BalasHapus